Kamis, 12 Januari 2017

Jurnal Teknologi terhadap Manusia, Dunia Pendidikan dan Psikologi





AMALIA ZATI ATSARI
50415608
2IA06






Jurnal Teknologi terhadap Manusia, Dunia Pendidikan dan Psikologi

Abstrak

Di zaman yang modern ini manusia tidak pernah lepas dari teknologi. Teknologi merupakan sesuatu yang digunakan untuk mempermudah atau membantu pekerjaan manusia agar lebih efektif dan efisien. Namun seakan-akan masyarakat mulai terlena dengan teknologi, mereka tidak mau susah, mereka lebih memilih sesuatu yang instan, cepat dan praktis. Dengan keadaan tersebut sifat konsumerisme manusia mulai muncul. Manusia seakan-akan seperti diperalat oleh teknologi. Teknologi yang mengarahkan manusia. Ketergantungan pada teknologi yang pada akhirnya akan memberikan dampak buruk bagi manusia. Manusia saat ini merasa bahwa dengan teknologi semua bisa teratasi, ini juga akan menyebabkan timbul sifat individualism, rasa sosial mereka pudar dan akhirnya hilang. Akan tetapi tanpa dipungkiri teknologi juga memberikan dampak positif bagi para penggunanya jika digunakan secara bijak.

            Perkembangan teknologi membawa pengaruh yang cukup besar diberbagai bidang. Seperti gaya hidup, budaya, sosial, ekonomi, pendidikan, dan lain-lain. Dalam tulisan ini akan mengulas tentang pengaruh perkembangan teknologi terhadap gaya hidup manusia, dunia pendidikan dan psikologi manusia. Dengan adanya perkembangan teknologi masyarakat diharapkan dapat ikut serta dalam menciptakan teknologi atau minimal memanfaatkan teknologi secara bijak. Meningkatkan ketrampilan yang ada didalam didirinya.

Karena dalam kehidupan kita di masa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang sangat dominan. Siapa pun yang handal teknologi maka dia akan menjadi seorang pemimpin dalam dunianya. Teknologi sangat berperan dalam berbagai bidang. (kompasiana.com, 2012)

Kata Kunci : Teknologi, Perkembangan, Gaya Hidup, Pendidikan, Psikologi




















 Pendahuluan

Seiring dengan perkembangan jaman yang diiringi pula dengan perkembangan teknologi yang pesat, manusia kini semakin mudah dalam melakukan pekerjaannya. Teknologi pada dasarnya adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia (wikipedia.com, 2013). Secara garis besar teknologi tersebut diciptakan untuk membantu manusia menyelesaikan pekerjaannya dalam kehidupan sehari–hari secara tepat, praktis dan singkat. Dengan adanya teknologi membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia. Perubahan tersebut dapat menuju kearah yang baik maupun kearah yang buruk itu tergantung bagaimana individu tersebut menyikapinya.

Seiring dengan berjalannya waktu muncul banyak inovasi-inovasi yang akan menghasilkan teknologi baru. Teknologi yang sebenarnya digunakan sebagai alat bantu untuk pekerjaan manusia. Dewasa ini sepertinya telah “membelenggu” dalam perilaku hidup manusia. Justru teknologi kini menjadi pengarah hidup manusia. Manusia seakan seperti diperalat oleh teknologi. Memang teknologi itu membawa dampak positif bagi manusia. Namun, tanpa dipungkiri dampak negatif dari adanya perkembangan teknologi juga dirasakan oleh manusia.

Pada zaman dahulu sebelum adanya perkembangan teknologi manusia melakukan pekerjaannya secara manual sehingga membutuhkan banyak energi yang terkuras. Hal tersebut berubah seiring dengan berkembangnya teknologi, sekarang manusia dimudahkan pekerjaannya, dengan mesin yang merupakan salah satu energi sekarang tanpa harus mengeluarkan energi yang banyak pekerjaan tersebut bisa selesai dengan waktu yang lebih cepat. Pada dasarnya teknologi diciptakan memang untuk membantu atau meringankan pekerjaan manusia agar pekerjaan itu dapat berjalan secara optimal efektif dan efisien.

Perkembangan teknologi terjadi diberbagai bidang. Dari transpotrasi, kesehatan, pendidikan, informasi, komunikasi, dan lain-lain. Perkembangan teknologi tidak bisa dihindari oleh siapapun. Mau tidak mau kita yang terlibat didalamnya juga merasakan perubahan tersebut. Untuk terus bertahan manusia harus bisa mengikuti perubahan jaman dan kemajuan teknologi tersebut. Perkembangan yang terjadi dalam teknologi menyebabkan berbagai perubahan bagi manusia. Manusia semakin mudah dalam melakukan aktivitas, gaya hidup manusia juga ikut berubah. Masyarakat Indonesia cenderung mengikuti gaya hidup masyarakat Barat. Itu merupakan dampak negatif dari adanya perkembangan teknologi. Selain itu dalam dunia pendidikan teknologi juga membawa perubahan yang cukup besar. Dengan teknologi semua hal dapat diketahui secara cepat dan transparan. Dengan adanya perubahan tersebut secara tidak langsung psikologi manusia atau jiwa manusia juga mengalami perubahan.

Manusia akan terus mengandalkan teknologi. Akan lebih baiknya jika sifat ketergantungan atau mengandalkan tersebut sedikit dikurangi. Kini saatnya kita yang menemukan inovasi-inovasi baru untuk menghasilkan teknologi baru. Tidak hanya menggunakan saja namun juga menciptakan.
Teknologi terhadap Gaya Hidup

Salah satu dampak dari perkembangan teknologi adalah gaya hidup yang berubah. Perkembangan teknologi kerap erat dengan perkembangan gaya hidup kita semua. Keefesienan, kepraktisan dan kehematan dapat dicapai, namun tentu semuanya tidak selalu berdampak positif, ada juga yang berdampak negatif atau memiliki sisi–sisi negatif. Ada 3 (tiga) klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu kemajuan teknologi yang bersifat netral (neutral technological progress) terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor–faktor pemasukan yang sama, kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor saving technological progress) kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu, dan kemajuan teknologi yang hemat modal (capital saving technological progress) (wikipedia.com, 2013).

Jika mengutip dari pendapat Alvin Toffler saat ini kita sedang menghadapi gelombang ketiga atau third wave. First wave atau gelombang pertama masyarakat agraris (pertanian) berlangsung pada tahun 1650 – 1750. Pada first wave atau gelombang pertama dikenal sebagai masa bercocok tanam, pada gelombang ini semua aktivitas manusia dilakukan secara manual. Manusia masih menggunakan tenaga dan otot untuk melekukan pekerjaan. Seperti mencangkul, berburu, dan menanam dilakukan secara manual dan oleh tenaga yang cukup banyak. Second wave atau gelombang kedua masyarakat industri dimulai pada abad ke-18 yang dinamakan sebagai masa industrialisasi yang mana tenaga dan otot mulai digantikan oleh mesin. Industri–industri mulai mengganti tenaga manusia dengan tenaga mesin. Produksi menggunakan mesin atau produksi masal itu menyebabkan ekonomi negara tersebut berubah.

Third wave atau gelombang ketiga, digelombang ini mesin tidak sepenuhnya tergantikan. Namun mesin tersebut ditambah dengan adanya pengetahuan. Masa ini dinamakan abad informasi. Pada abad informasi muncul de-massifications, de-centralization, dan consumerism. Demassified atau demasifikasi adalah sebuah penggunaan secara masal (massification) teknologi menjadi pengguna secara individu. Demasidikasi bisa juga diartikan sebagai sebuah era yang ditandai oleh semakin aktifnya user/komunikan/khalayak/konsumen dalam menggunakan teknologi. Namun dengan teori yang terus berkembang saat ini peradaban manusia dengan kompetisi yang ganas dan globalisasi, masuklah manusia generasi ke-4 dinamakan dengan abad knowlwdge-based economy atau ada tang menyebut berorientasi pada kreativitas. (kompasiana.com, 2012)

Salah satu perkembangan teknologi yang sangat familiar adalah internet. Internet merupakan salah satu sumber informasi tanpa batas yang bisa diakses oleh siapa pun dan dimana pun. Banyak masyarakat yang mulai mengakses internet untuk mencari hal yang mereka belum tahu. Apalagi bagi anak muda jaman sekarang internet merupakan salah satu makanan pokok yang disantapnya setiap hari. Mereka menggunakan internet sebagai media hiburan (sosial media, youtobe, dan lain-lain), media pendidikan (ilmu pengetahuan), dan lain-lain. Jika internet tersebut digunakan secar bijak dan semestinya maka teknologi akan membawa nilai positif bagi pengguna.

Namun pada kenyataannya masih saja ada berbagai pihak yang menggunakan internet sebagai sarana tindak kriminalitas. Terjadi tindak kriminalitas atau kejahatan didunia maya rata-rata mencapai 14 kasus kejahatan setiap detiknya di pasar internasional, menyusul kian berkembangnya teknologi informasi pada masa kini (republika.co.id, 2013). Selain internet teknologi yang cukup familiar yaitu handphone atau telepon genggam. Jaman sekarang mungkin hanya sebagaian kecil anak muda yang tidak memiliki handphone. Seakan handphone saat ini sudah menjadi kebutuhan untuk masyarakat. Selain itu mereka beranggapan bahawa dengan handphone semuanya dapat terpenuhi.

Gaya hidup masyarakat mulai berubah seiring dengan berkembangnya teknologi. Masyarakat dewasa ini tidak mau dibuat ribet oleh hal-hal yang kurang penting. Mereka lebih memilih sesuatu yang instan, praktis dan cepat contoh saja saat mereka hendak bepergian padahal jaraknya tidak seberapa tapi mereka menggunakan sepeda motor, atau bahkan mobil padahal masih bisa ditempuh dengan jalan kaki. Selain itu untuk bersilaturahmi mereka lebih memilih melalui handphone daripada bertemu secara langsung, memang ada nilai positifnya namun apabila sering dilakukan maka menjadi negatif. Apalagi sifat konsumerisme yang mulai tumbuh di masyarakat, hal ini membawa pengaruh buruk untuk masyarakat. Apalagi bila mereka ingin mempunyai teknologi baru (handphone, laptop, gadget, dan lain-lain) namun mereka tidak memiliki uang, fasilitas. Dan bahkan dengan nekat mereka dapat melakukan pencurian, menipu, atau bahkan bunuh diri. Semua itu kembali lagi kepada keluarga. Keluargalah yang memiliki peran cukup besar untuk mengatur pribadi anak.

 Namun teknologi juga membawa dampak positif terhadap gaya hidup yaitu manusia semakin sadar akan pentingnya teknologi. Masyarakat pun berlomba-lomba untuk mengetahui perkembangan teknologi, mengikutinya dan memahaminya. Masyarakat juga harus tetap waspada akan ketergantungannya dengan teknologi harus ada batasan-batasan dalam menggunakan teknologi dan jangan menyalahgunakannya.

      Teknologi terhadap Pendidikan

Globalisasi dunia telah memicu pergeseran berbagai aspek di dunia, pendidikan termasuk salah satunya. Dan pendidikan pada masa yang akan datang akan lebih bersifat fleksibel (luwes). Menurut Rosenberg (2001) dengan berkembangnya teknologi ada 5 (lima) pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu :
(1). Dari pelatihan ke penampilan.
(2). Dari ruang kelas ke dimana saja dan kapan saja.
(3). Dari kertas ke “on line” atau saluran.
(4). Fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja.
       (5). Dari waktu siklus ke waktu nyata. (kompasiana.com, 2012).

Perkembangan teknologi juga berpengaruh pada dunia pendidikan. Dengan teknologi pendidikan menjadi lebih mudah. Tidak perlu harus bertatap muka, bertemu dikelas kita pun sudah bisa mendapatkan pendidikan. Banyak di negara-negara maju sudah menerapkan sistem e-learning, jarak dan ruang sudah bukan menjadi suatu masalah dalam sistem e-learning. Biaya yang diperlukan juga tidak terlalu mahal. E-Learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan 3 (tiga) kriteria yaitu :
(1). E-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi.
 (2). Pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui computer dengan menggunakan teknologi internet standar.
(3). Memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran dibalik paradigm pembelajaran tradisional.

Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner-Centerted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dan lain sebagainya. (kompasiana.com, 2012)

            Dengan adanya teknologi para pendidik dapat menciptakan suatu proses belajar mengajar yang menarik, mudah dimengerti, dan interaktif. Prestasi peserta didik pun dapat meningkat. Manfaat teknologi terhadap pendidikan sangat banyak dan membantu dalam proses pendidikan. Peserta didik bisa lebih paham terhadap pengetahuan, menjadi salah satu sarana pendukung, dapat mencari informasi sendiri tanpa dari guru, bisa digunakan dalam meningkatan mutu pendidikan dan lain lain. Jadi disini guru bukan menjadi satu-satunya sumber ilmu, karena ilmu ada diberbagai sumber. Dengan banyaknya manfaat yang diberikan maka keuntungan yang didapat juga banyak. Peserta didik dapat dengan mudahnya mengakses semua informasi dengan bantuan teknologi, sehinggga peserta didik memperoleh informasi tersebut dan dapat dijadikan sebagai wawasan. Selain itu dengan teknologi tenaga pendidik pun dapan dengan mudah menjalankan tugasnya. Sehingga akan terciptanya sebuah masyarakat yang maju.

      Internet sangat memiliki ilmu pengetahuan yang banyak. Dengan adanya perkembangan teknologi  (internet) diharapkan para peserta didik dapat lebih mudah mencari sumber pembelajaran, referensi. Karena internet dapat diakses oleh siapapun dan dimanapun. Jangan sampai dengan adanya internet membuat anak menjadi malas belajar karena pemanfaatannya yang salah. Kita juga tetap harus waspada karena dengan adanyan internet berarti juga ada bahaya. Ketergantungan terhadap internet juga harus diminimalisir. Lebih baik sering membaca buku yang lebih pasti kebenaran isinya.










Teknologi terhadap Psikologi Manusia

Sebagian besar semua orang sudah memanfaatkan teknologi tanpa terkecuali. Secara tidak langsung keadaan psikologi manusia pun mengalami perubahan atau terpengaruh. Karena rata–rata manusia setiap hari selalu melakukan pekerjaannya dengan bantuan teknologi. Bahkan sering ada manusia yang lebih sering berinteraksi dengan teknologi dibandingkan berinteraksi dengan manusia lainnya.

Disinilah sifat individualism muncul, manusia kurang bisa bersosialisasi dengan baik, keadaan ini sangat mengganggu kelangsungan hidupnya. Seharusnya dengan teknologi kita bisa menjadi manusia yang lebih baik jangan sampai karena teknologi kita dijauhi, dihindari atau bahkan dikucilkan oleh teman, ataupun masyarakat. Kembali lagi kepada fungsi utama teknologi yaitu untuk memudahkan pekerjaan manusia agar lebih efektif dan efisien.

Perkembangan teknologi juga memberikan dampak positif atau keuntungan bagi psikologi manusia antara lain individu merasa senang karena dapat memperoleh informasi dengan mudah (search engine pada browse, artikel–artikel pada website), individu akan lebih percaya diri karena bisa mengapresiasikan perasaannya melalui postingan atau tulisan (jejaring sosial, atau blog), individu akan lebih terbuka terhadap perubahan karena mengikuti perubahan arus informasi dari internet, individu akan senang karena dapat berinovasi dengan penemuan–penemuan mereka (handphone unik, modifikasi laptop, dan lain–lain), individu akan lebih termotivasi untuk menciptakan sesuatu yang lebih baru, individu akan lebih kreatif dengan ciptaan–ciptaan yang dapat membantu kinerja manusia, dan individu akan lebih aktif serta memiliki jaringan luas, karena dengan teknologi sekarang ini memungkinkan seseorang berinteraksi dengan orang lain baik dalam negeri maupun luar negeri. (kompasiana.com, 2012)

Teknologi membawa dampak negatif terhadap psikologis pada manusia. Antara lain :

 (1). Ketergantungan, media computer memiliki kualitas atraktif yang dapat merespon segala stimulus yang diberikan oleh pengguna. Sehingga pengguna seakan-akan menemukan dunia barunya. Ketergantungan ini masih bisa diminimalisir dengan pengawasan dari orang tua, dan memperbanyak kegiatan-kegiatan diluar rumah, bermain dengan teman, dan menyibukan diri sehingga kegiatan didepan komputer semakin berkurang.
(2). Antisocial Behavior, dapak yang ditimbulkan salah satunya adalah antisocial behavior, keadaan dimana pengguna tidak lagi peduli dengan lingkungan sosialnya pengguna lebih mengutamakan teknologi yang dimilikinya. Pengguna akan menjadi jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga kemampuan interpersonal dan emosionalnya tidak berkembang secara optimal. Bila keadaan ini terus dibiarkan maka pengguna akan menjadi orang yang sangat individualism dan tidak ada interaksi maupun sosialisasi. Antisocial Behavior masih bisa ditanggulangi dengan adanya kesadaran dari diri sendiri akan dampak buruk yang akan terjadi, memperbanyak kegiatan diluar rumah dengan teman maupun keluarga,hang-out, dan lain-lain. (kompasiana.com, 2012).
Tanggapan

Teknologi memang merupakan suatu hal yang sangat diperlukan dalam kehidupan. Akan tetapi jangan sampai teknologi yang memperalat kita. Ketergantungan terhadap teknologi pasti akan muncul apabila setiap hal yang kita kerjakan selalu mengunakan teknologi. Kita seharusnya berusaha jangan menjadi korban dari adanya perkembangan teknologi. Kita harus berusaha untuk meningkatkan skill atau keahlian yang kita miliki agar dapat ikut serta dalam menghasilkan teknologi baru. Didunia pendidikan, para siswa dapat dengan mudahnya mengakses semua informasi yang dibutuhkan, disinilah munculnya plagiatisme dikalangan pelajar ini merupakan perbuatan yang sangat merugikan. Para siswa lebih memilih menggunakan internet yang merupakan salah satu teknologi dibandingkan dengan membaca buku yang isinya jelas – jelas lebih akurat. Mungkin kejadian ini dipengaruhi oleh harga buku yang relatif lebih mahal daripada mengakses internet, kalau pun ada perpustakaan sebagai sarana untuk meminjam buku mungkin perpustakaan tersebut memiliki kualitas yang cukup buruk dan kurang memadai.

Sehingga para pelajar mengambil suatu tindakan yang lebih efektif dan efisien. Itulah yang merupakan konsekuensi dari adanya perkembangan teknologi terhadap pendidikan. Selain itu sebenarnya adanya teknologi terhadap pendidikan sangat ikut serta dalam perkembangan pendidikan. Pendidikan kini sudah sangat modern, semua orang bisa mendapatkan informasi baik berupa ilmu pengtahuan, berita dan lain-lain secara cepat dan transparan tanpa harus mendapatkannya melalui guru maupun sekolah. Semua itu tergantung bagaimana orang tersebut mempunyai inisiatif untuk memajukan dirinya sendiri, karena berbagai ilmu pengetahuan sekarang tersebar dimana mana.

Apalagi didalam gaya hidup manusia. Teknologi sangat berpengaruh dalam perubahannya. Semua orang selalu memanfaatkan teknologi untuk membantu pekerjaannya. Memang teknologi itu digunakan untuk membantu manusia, tapi jangan sampai kita tergantung oleh teknologi. Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini mengacu atau meniru gaya Barat. Gaya hidup yang sebenarnya berbeda jauh dengan gaya hidup Indonesia. Masyarakat Indonesia sepertinya sudah lupa dengan budaya Indonesia yang sesungguhnya. Sedikit demi sedikit budaya Indonesia lama lama akan hilang termakan oleh waktu. Didampak positifnya masyarakat Indonesia saat ini sebagian besar telah memahami akan pentingnya pengetahuan tentang teknologi. Teknologi memang membawa dampak negatif maupun dampak positifnya. Atas sebab itu kita harus menggunakan teknologi sebagaimana mestinya , jangan sampai kita tergantung olehnya, dan jangan sampai dengan adanya teknologi menyebabkan kita menjadi manusia yang egois, yang memiliki sifat individualisne yang tinggi, dan rasa sosial yang rendah. Karena bila itu terjadi kita akan menjadi manusia yang sangat dirugikan oleh teknologi.

Sebagai anak muda yang seharusnya melanjutkan perjuangan negeri ini. Kita harus bisa selektif dari adanya teknologi. Jangan semua teknologi digunakan seenaknya sendiri, itu sama saja kita egois. Jangan menjadi anak muda yang menjadi korban dari teknologi tapi jadilah anak muda yang menciptakan teknologi. Jangan menjadi masyarakat yang tidak siap dengan perkembangan teknologi, yang harus dilakukan meningkatkan keahlian yang digemari dengan sungguh–sungguh jangan ada paksaan dari pihak manapun. Namun sebagian besar anak muda jaman sekarang sangat tergantung sekali dengan teknologi. Bandingkan saja saat dulu teknologi belum berkembang untuk berhubungan dengan keluarga, dengan teman kita harus menulis surat dan untuk mengirimkannya saja membutuhkan waktu yang relatif lama. Sekarang semuanya bisa berjalan dengan cepat kita bisa melalui pesawat telepon maupun telepon genggam yang kita miliki. Perbedaannya sangat terlihat jauh.








































Daftar Pustaka


Anonim. (2013) “Teknologi” diunduh dari (http://id.wikipedia.org/wiki/teknologi), pada 29 Oktober 2013.

Kompasiana. (2012). “Dampak Perkembangan Teknologi Informasi” diunduh dari  (http://m.kompasiana.com/post/read/488600/1/dampak-perkembangan-teknologi-informasi), pada 29 Oktober 2013.

Kompasiana. (2012) “Gelombang Peradaban Manusia dan Perkembangan Teknologi Komunikasi (Alvin Toffler)” diunduh dari (http://m.kompasiana.com/post/read/409024/3/gelombang-peradaban-manusia-dan-perkembangan-teknologi-komunikasi-alvin-toffler), pada 29 Oktober 2013.

Kompasiana. (2012) “Peranan TIK dalam Dunia Pendidikan” diunduh dari (http://m.kompasiana.com/post/read/107985/3/tik-peranannya-dalam-dunia-pendidikan-dan-peranan-guru-dalam-pembelajaran-tik), pada 29 Oktober 2013.

Republika. (2013). “Kejahatan di Dunia Maya” diunduh dari (http://m.republika.co.id/berita/trendtek/internet/12/03/13/m0tjf2-setiap-detik-terjadi-14-kejahatan-di-dunia-maya),  pada 29 Oktober 2013.



Selasa, 07 Juni 2016

Cita - Cita



Sejak awal masuk kuliah saya memiliki cita-cita sebagai seorang pemilik rumah sakit dan pendiri pabrik coklat. Memang tidak searah dengan jurusan yang saya jalakan yaitu sebagai Teknik Informatika tetapi walaupun tidak sejalur dengan jurusan dan cita-cita saya tetapi saya tetap ingin mewujudkannya ingin saya karna sejak dulu saya ingin memiliki keduanya, memang tidak semudah itu untuk mewujudkan cita-cita yang saya ingin wujudkan karna sebagai orang yang ingin memiliki usaha seperti itu harus memiliki misi-misi dan usaha untuk mewujudkannya tersebut :
1.       YAKIN PADA DIRI SENDIRI
Keyakinan diri adalah kekuatan pendobrak yang luar biasa! Dengan keyakinan diri yang kuat, kita bisa mewujudkan apa yang ingin kita bangun.
2.       BERANI
Memang di kehidupan ini tidak ada yang pasti. Tetapi, kita harus BERANI memastikan dan memperjuangkan segala hal yang pantas kita raih.
* Berani menentukan target.
*Berani mulai melangkah.
*Berani memperjuangkan sampai sukses.
3.       DISIPLIN
Jika kita  ingin sukses, tegakkanlah DISIPLIN DIRI dengan tegas! Kalau kita  tunduk oleh perasaan malas, manja dan bosan, maka pasti nasib kita  pun tidak akan berubah,dan apa yang kita ingin wujudkan hanya akan sebagai angan-angan saja.
4.       KOMITMEN
Bagi kita  yang memiliki KOMITMEN dan integritas tinggi, mereka tidak pernah merasa takut, ragu atau bimbang dalam mencapai tujuan yang ingin diraih.
5.       ULET
Ulet bukan sekedar sabar, pasif, apatis, pasrah dan bertahan.melainkan ULET adalah tekad yang mengandung sikap antusias, gigih, tegar, proaktif, dan pantang Menyerah.
6.       SABAR
Jika ingin sukses, SABAR harus kita miliki. SABAR menghadapi orang yang memusuhi dan meremehkan kita, SABAR menghadapi setiap halangan dan tetap berjuang hingga sukses.
7.       TEGAR
Kita  tidak akan pernah hancur jika  memiliki KETEGARAN, keyakinan, dan niat baik. Kehidupan memang penuh variasi; kadang diuntungkan, kadang dirugikan, kadang sukses, kadang gagal, kadang dipuji, kadang dihina. Semua membutuhkan: ULET, SABAR, TEGAR.
8.       SYUKUR
JIka kita bisa MENSYUKURI dengan tulus apa yang telah kita miliki hari Ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia.


usaha diatas merupakan yang harus saya lakukan kelak jika sayam memiliki sifat itu semua makan apa yang kita inginkan akan terwujud sama apa yang kita ingin kan. Jadi kerja keras itu sama dengan hasil yang akan kita raih dimasa mendatang. Dan saya akan berusaha untuk mewujudkan cita-cita saya.

Manusia dan Pandangan hidup


Selasa, 26 April 2016

Manusia dan Cinta Kasih




              Cinta merupakan pengalaman yang sangat menarik yang pernah kita alami dalam hidup ini. Sangat disesali, orang pada umumnya masih bingung akan apakah cinta itu sesungguhnya. Kebingungan mereka semakin bertambah ketika dunia perfileman memperkenalkan arti cinta yang salah dimana penekanan akan cinta selalu dititik beratkan pada perasaan dan cerita romantika.
Dari jaman dulu sampai sekarang hakikat cinta kasih masih menjadi perbincangan yang tidak dibatasi secara jelas dengan makna yang luas pula. Walaupun, sulit juga untuk diungkapkan dan diingkari bahwa cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang cukup fundamental. Begitu fundamentalnya sampai-sampai membawa Khalil Gibran, seorang punjagga terkenal, berpendapat bahwa “Cinta hanyalah sebuah kemisterian”. Cinta sangat erat dalam kehidupan dan tidak bias di pisahkan dalam kehidupan. Tidak pernah selintas pun orang berpikir bahwa cinta itu tidak penting. Mereka haus akan cinta, mereka butuh akan cinta.
Kendati pun demikian, hampir setiap orang tidak pernah berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu. Padahal berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu,  cinta bisa diibaratkan sebagai suatu seni yang sebagaimana bentuk seni lainnya sangat memerlukan pengetahuan dan latihan untuk bisa menggapainya.
Begitupun dengan kasih sering sekali kita terkecoh bahkan sulit untuk membedakan cinta dan kasih itu sendiri. Oleh karena itu, penulis sangat tertarik mengambil judul makalah Manusia dan Cinta Kasih, agar dapat membantu kita semua untuk lepas dari ketidak jelasan Cinta Kasih yang selalu menjadi bahan perenungan, diskusi, cerita yang tidak pernah ada akhirnya.

Pengertian  Cinta Kasih
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian cinta kasih, yaitu :
  1. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan J.S. Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hamper sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta dan kasih mengandung arti yang hamper sama, antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
  1. Erich Fromm (1983: 24-27) dalam bukunya Seni Mencintai menyebutkan bahwa cinta itu terutama member, bukan menerima, dan member merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam member adalah hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyertakan unsure-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian, dan pengenalan.
  2. Sarlito W. Sarwono mengemukakan bahwa cinta itu memiliki tiga unsure, yaitu ketertarikan, keintiman, dan kemesraan. Keterikatan adalah perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas hanya untuk dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara Anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi sehingga panggilan-panggilan formal seperti Bapak, Ibu, Saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan seperti sayang. Sedangkan kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen jika jauh dan lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang. Ketiga unsur cinta tersebut sama kuatnya, jika salah satu unsur cinta itu tidak ada maka cinta itu tidak sempurna atau dapat disebut bukan cinta.
  3. Secara sederhana cinta kasih adalah perasaan kasih sayang yang dibarengi unsur terikatan, keintiman dan kemesraan (Cinta Ideal / Segitiga Cinta) di sertai dengan belas kasihan, pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab yang diartikan akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan dan kebahagiaan.
 Macam-macam Cinta Menurut Ajaran Agama
Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama. Tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Di satu pihak, cinta didengkan dengan lagu dan organisasi perdamaian dunia, tetapi di pihak lain dalam praktek kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan. Atas dasar ini, agama memberikan ajaran cinta kepada manusia.
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang- kadang mencintai orang lain, atau juga istri dan anaknya, harta, atau Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur’an.
  1. Cinta Diri
Cinta diri erat kaitannya dengan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup,mengembangkan potensi dirinya,dan meng aktualisasikan dirinya dan ia pun mencintai  segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup. Berkembang,  mengaktualisasikan diri, mendatangkan rasa sakit,  penyakit dan mara bahaya. Al –Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia  terhadap dirinya sendiri ini, kecenderungannya untuk  menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hal gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan.
Diantara gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaannya yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup.” (QS,al-Adiyat, 100:8)
Diantara gejala lain yang menunjukkan kecintaan manusia pada dirinya sendiri ialah permohonannya yang terus menerus agar dikaruniai harta, kesehatan, dan berbagai kebaikan dan kenikmatan hidup lainnya. Dan apabila tertimpa bencana, keburukan, atau kemiskinan, ia merasa putus asa dan ia mengira tidak akan bisa memperoleh karunia lagi,” (QS,Fushilat, 41:49)
Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebih-lebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan pada mereka.
2.  Cinta kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya , ia tidak boleh tidak harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Oleh karena itu,Allah ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberikan pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada dirinya sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman, menegakkan sholat, memberikan zakat, bersedekah terhadap orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan Allah.
Keimanan yang demikian ini akan bisa menyeimbangkan antara cintanya kepada diri sendiri dan cintanya pada orang lain, dan dengan demikian bisa  merelisasikan kebaikan individu dan masyarakat. Al-Qur’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri. Dalam seruan itu sesungguhnya terkandung pengarahan kepada mukmin agar tidak berlebih-lebihan dalam mencintai diri sendiri.
3. Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan  dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama antar suami dan istri. Ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga :
Dan diantara tanda-tanda kekuasanNya ialah Dia yang menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung, dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir.” (QS,Ar-Rum, 30:12)
Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis.
4. Cinta Keibuan
Kasih sayang itu bersumber dari cinta keibuan, yang paling asli dan yang terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Ibu dan anak terjalin suatu ikatan fisiologi. Seorang ibu akan memelihara anaknya dengan hati-hati penuh dengan kasih sayang dan naluri alami seorang ibu. Sedangkan menurut para ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukan karena fisologis, melainkan dorongan psikis.
5. Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antar ayah dan anak-anaknya tidak  terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dan anaknya , maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat  bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya , karena mereka sumber kesenangan,  kegembiraan baginya , kekuatan, kebanggan ,dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya setelah dia meninggal dunia.
Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kisah Nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta,kasih sayang, belas kasihan, untuk naik perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak :
   “…Dan Nuh memanggil anaknya – sedang anak itu berada di trmpat yang jauh terpencil – : “Hai ..anakku naiklah (kekapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama-sama orang-orang yang kafir.” (QS, Yusuf, 12:84)
Biasanya cinta kebapakan nampak dalam perhatian seorang bapak kepada anak-anaknya, asuhan, nasehat, dan pengarahan yang diberiaknnya kepada mereka , demi kebaikan dan kepentingan mereka sndiri.
6. Cinta Kepada Allah
Merupakan puncak cinta manusia, yang paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat perasaan kasih sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinyta menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk cinta yang lain. Semua tingkah laku dan tindakannya ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya :
       “Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar)mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (QS Ali Imran, 3:31)
Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjasi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya. Cinta ini pun juga akan membuatnya menjadi seorang yang cinta pada sesama manusia, hewan, semua makhluk Allah dan seluruh alam semesta.
7. Cinta Kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.
8.Cinta Erotis
Cinta yang erat dorongannya dengan dorongan seksual (sifat membirahikan) ini merupakan sifat eksklusif (khusus) yang bias memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal itu dikarenakan cinta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Disi lain Cinta erotis jika didasari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan. Sebaliknya jika tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal pikiran sehingga yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa ketidak puasan bias berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin timbul juga perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak mungkin akan timbul rasa kasih sayang karena yang ada hanya nafsu birahi berhubungan badan saja, dengan uang sebagai bayarannya.

 Pengertian Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadaminta yaitu perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka pada seseorang. Dalam berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka,  sehingga keduannya merupakan suatu kesatuan yang utuh. Seorang remaja menjadi frustasi, morfinis, berandalan dan sebagainya itu disebabkan karena kekurangan perhatian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga.
Kasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tuanya pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih sayang dan perhatian orang tuanya. Suatu hubungan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan anak.
  Mewujudkan Cinta Kasih
Untuk dapat mewujudkan cinta kasih dan sayang dalam kehidupan agar tentram damai dan bahagia dapat dengan cara :
  1. Cara mewujudkan cinta pada diri sendiri
Dapat dilakukan dengan mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani dirinya sendiri terpenuhi secara wajar. Contohnya mandi, menyisir rambut, memaka wangi- wangian, mengenakan baju yang sopan tidak melanggar adat atau norma yang ada.
1 .Cara mewujudkan cinta pada sesama manusia
Dapat dilakukan dengan perbuatan yang bersifat sosial dan kemanusian. Contohnya saling tolong menolong, kerja bakti, saling tepo seliro, Jean Henry Dunant ( 1882-1910) seorang bankir dan penulis berkebangsaan Swiss yang atas suka relanya menolong setiap orang yang menderita luka-luka dalam pertempuran Solferino (1859) mendirikan Palang Merah International (1863).

2. Cara mewujudkan cinta seksual
Dapat dilakukan apabila dilandasi dasar cinta kasih yang bertanggung jawab dan tidak melanggar adat atau norma yang ada. Contohnya cinta eotis seorang lelaki terhadap perempuan yang di sudah di ikat pernikahan di dasari percintaan.
3. Cara mewujudkan cinta keibuan
Dapat dilakukan dengan dilandasi kasih sayang ibu yang tak terhingga terhadap anaknya dari sejak dikandung, melahirkan, dan mengurus sampai menikahkan dengan tanpa pamrih sedikitpun dan doanya yang selalu menginginkan dan melihat anaknya bahagia di jauhkan dari segala kesusahan.
4. Cara mewujudkan cinta kebapakan
Dapat dilakukan dengan dilandasi rasa menghhormati, kasih sayang kepada anaknya dengan cara mencari nafkah, memerhatikan perkembangan anak, mengetahui apa yang diperlukan oleh anaknya.
5. Cara mewujudkan cinta kepada Allah
Dapat dilakukan dengan dilandasi cinta yang teramat sangat dan meniadakan Tuhan selain Allah dengan beraqidah yang kokoh dan bertaqwa atau menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan yang sudah di tentukan Nya.
6. Cara mewujudkan cinta kepada Rasul
Dapat dilandasi dengan cinta dengan mencontoh suri teladan yang baik yang ada pada diri rasul yaitu sidiq, tablig, amanah, dan fatonah yang di laksanakan setiap saat selama masih diberi kehidupan oleh sang maha hidup.

.